Tenang Dalam Hinaan

Hidup di tahap mana pun dalam kehidupan, kita takkan lari dari menghadapi orang-orang yang adakala menggunakan kata-kata yang kasar, menghina dan berkata buruk tentang kita.

Jika ditanya, mengapa begitu diam dan tenang menghadapi setiap hinaan dari mulut manusia? Sebenarnya ada banyak sebab. dan saya ingin kongsikan salah satu sebab untuk kita kekal tenang dan teruskan kehidupan. iaitu saya ambil dari kisah salah seorang sahabat Rasulullah SAW iaitu Julaibib.


-

Julaibib adalah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang sering dipandang hina oleh masyarakat. Wajahnya tidak rupawan, tubuhnya kecil, dan ia tidak memiliki kedudukan ataupun nasab yang dibanggakan. Banyak orang menjauhinya, bahkan enggan menyebut namanya.

Namun, Rasulullah ﷺ melihat Julaibib dengan pandangan yang berbeza. Baginda memuliakannya, membela kehormatannya, dan bahkan mencarikan pasangan untuknya—sesuatu yang tak pernah terlintas dalam benak Julaibib sendiri. Ia menerima takdir hidupnya dengan tenang, tanpa keluhan, dan tetap taat serta setia.

Dalam sebuah peperangan, Julaibib gugur sebagai syahid. Rasulullah ﷺ berdiri di sisi jasadnya seraya bersabda bahwa Julaibib adalah bagian dari dirinya. Seorang yang dahulu diremehkan manusia, dimuliakan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Kisah Julaibib mengajarkan bahwa ketenangan dalam hinaan lahir dari keyakinan: nilai diri tidak ditentukan oleh pandangan manusia, tetapi oleh pandangan Allah. Yang sering direndahkan di dunia, bisa jadi sangat tinggi derajatnya di sisi-Nya.

-
apa yang saya dapat dari kisah ini adalah, seburuk apapun kita dihina oleh manusia. sedikitpun tidak menentukan nilai kita di sisi Allah. Maka, berdiamlah dan biarlah segala kata-kata buruk itu berlalu seperti angin lalu. Hanya sekadar lalu dan tidak menyinggah di telinga atau di hati kita. 

wallahu'alam 
hanya peringatan buat diri dan sesiapa yang memerlukannya..
.

0 comments