Julaibib adalah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang sering dipandang hina oleh masyarakat. Wajahnya tidak rupawan, tubuhnya kecil, dan ia tidak memiliki kedudukan ataupun nasab yang dibanggakan. Banyak orang menjauhinya, bahkan enggan menyebut namanya.
Namun, Rasulullah ﷺ melihat Julaibib dengan pandangan yang berbeza. Baginda memuliakannya, membela kehormatannya, dan bahkan mencarikan pasangan untuknya—sesuatu yang tak pernah terlintas dalam benak Julaibib sendiri. Ia menerima takdir hidupnya dengan tenang, tanpa keluhan, dan tetap taat serta setia.
Dalam sebuah peperangan, Julaibib gugur sebagai syahid. Rasulullah ﷺ berdiri di sisi jasadnya seraya bersabda bahwa Julaibib adalah bagian dari dirinya. Seorang yang dahulu diremehkan manusia, dimuliakan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Kisah Julaibib mengajarkan bahwa ketenangan dalam hinaan lahir dari keyakinan: nilai diri tidak ditentukan oleh pandangan manusia, tetapi oleh pandangan Allah. Yang sering direndahkan di dunia, bisa jadi sangat tinggi derajatnya di sisi-Nya.

0 comments
Komen anda amat saya hargai!